2015/03/15

Let's Play!!

♕ MYSATISFASHION
Let's Play?? hehehehe
Haii..lama meninggalkan tempat ini, dan saat kembali ternyata masih tetap sama. Saya membayangkan seperti kamar tua di loteng yang debunya setebal 10 cm, menyambut di depan pintu sarang laba-laba yang dengan rapuh terseret di rambut. 

Saya sepertinya terlalu malu dengan tulisan saya yang terakhir, hngga saya berpikir untuk menutup blog ini, dan membuat yang baru. Kemarin, itu semacam pengakuan "cinta" yang tergesa-gesa hingga saya menyalahkannya untuk semua kecanggungan setelahnya.  But..you couldn't take back your act, so I accepted all of d' consequences and forgive my dumbness.

Saya sedang menikmati hidup..rutinitas, riuh redamnya, gelak tawanya. Tapi kapan sih saya tidak mensyukurinya..bahkan saat saya mengatakan ingin lompat dari balkon, atau menebak alasan apa yang bisa membuat saya berbaring di rel kereta menunggu rodanya melindas. Hahahaha...pikiran saya kadang agak aneh. Untungnya, itu semua hanya lintasan ide, datang dan pergi tanpa bekas. 

Saya belum berhasil menjalin hubungan yang benar-benar serius juga hingga saat ini. Mmmm..saya sama penasarannya dengan mereka yang terus bertanya. Menurut kalian..diantara berjuta umat di dunia, manusia yang lalu lalang itu..mengapa mereka yang melintas belum ada yang  percaya diri menarik tubuhku yang sibuk bersenang-senang, mengikatnya agar tak mampu berlari lagi. Biarpun saya meronta di hati dan pikir, dia tetap di sana meyakinkanku kalau hidup akan tetap baik-baik saja. Tidak cukup denga menepuk bahu, menyikut pingang, mencubit pipi atau bahkan hanya menyapa galau. All of us busy to make life, so need big crush to make us notice each other.

You..out there!! I just need you hold tight your confidence, keep your superiority complex  in front of me, show me that you're d' leader and i will give you all off my life...and please, give me my space even I'm with you coz I have had my big dream before we met. Is easy, isn't?

 


2014/05/31

Heart vs Logic...part 2?"

Untitled
Alphabet has 26 letters, so stay cool..
Last time I checked...matahari masih di sana, penuh semburat kuning terang. Jakarta masih macet dan kita masih membicarakan siapa presiden selanjutnya, Jokowi atau Prabowo. Aku simpulkan, semesta baik-baik saja, dan kita? I'm fine...you? We're still good, aren't we?
I could check the entire world but I confused how to check yours. I didn't have confident that I could wavering your world. Nope...

Aku bangun dan mendapati hati di sana, duduk manis depan tv, menonton berita pagi, menjatuhkan remah biskuit, beberapa menggantung di bibirnya, menyeruput teh hangat dan tidak memperdulikanku. 
Dia melakukannya lagi. Membuat kericuhan dan tidak menyelesaikannya. Dia menyebalkan. Jika Aku kehilangan teman karena perbuatan impulsifnya, Aku akan menguncinya dalam kamar mandi, tanpa lampu!!

Aku mulai memutari rumah, meletakkan tangan depan dada, di punggung, di kepala.
Apa yang harus kulakukan?
Apa Aku benar melakukan kesalahan?
Bagaimana mengetahui Aku melakukan hal yang benar?
Haruskah mencarinya? Alasannya?
Kalau iya, bagaimana mencarinya? Bertanya kabar, laku biasa?
Mengapa jadi sesulit ini?..hahahaha

Let's make it simple. I didn't do anything wrong, so I shouldn't feel guilty, worried, or ashamed. I just shared what I thought, I felt. Because, we're not live forever, I choosed to make him know it. Mmm..he catched me actually. I'm not good of being stalker. Heeee

But he promised. 
You...promised  me that nothing change. I just adore you that much, for this few days. I don't have courage more than this. This the spot, that I can still lift my head and laugh with you.
Actually, I just want to know, this day is like another day. The same world, same sun, and "same friend".
Sent me a letter, please. Not message..I want letter, with short story..? Would you? hehehe



 NB : I've been thinking that much, hahahahha


2014/05/30

Heart vs Logic..*lol

This is always happened haaahahaha...
Dia menggangguku seminggu terakhir ini. Ingatan yang datang entah dari mana. 
Aku menginginkan sesuatu hari itu, dan hati ku tiba2 menunjuknya. Setelahnya, Aku membayangkan diriku sedang berdiskusi dengan si Logika, saling menepuk jidat, dan mengerutkan dahi melihat keputusan yg dibuat hati. Kami berencana menguncinya dalam kamar gelap, menginterogasinya berhari-hari hingga memastikan jika dia tidak gila. Aku bahkan tak melihat satu jalan pun, atau penunjuk jalan, pertanda atau apapun namanya yang mengarah pada seseorang itu.

Hati ini kadang keterlaluan, bertindak tanpa menggandeng logika. Saat masalah datang, dia hanya akan mengkerut di sudut, menangis keras, membenturkan badan ke dinding, mengalirkan darah hingga tertidur lelah. Dan Aku, bersama logika yang akan terjaga sepanjang hari menjaga hati untuk tidak membunuh dirinya, memastikan dia bangun esok dan tetap ingin hidup. Kami yang akhirnya akan berlari keliling, mencari sudut, titik, tempat berdiri yang tepat untuk melihat apa yang benar, yang semestinya terjadi untuk meyakinkan hati, jika dia tak kehilangan apapun. Toh...kita memang tak pernah benar memiliki sesuatu. Semua milik Nya kan? 

Aku...akan menerjang badai, menghantam ombak walaupun tak tahu berenang, melompat ke dalam api, menginjak beling...seperti pemain debus, walaupun Aku tak tahu mantranya. Aku akan melakukannya..jika memang itu pertandaNya. Semesta menunjukkannya dan hati membacanya dengan benar. 
Aku seberani itu, kurasa. Setidaknya Aku memiliki tekad itu. 
Hahahahahha #eaaaaaa..

NB : jangan mencetuskan ide yang aneh2..errrrr

2014/04/29

Luv u Both...

Luv u both....mmmuaachh...

Ini..pose andalan Mama setiap foto berdua. Buat iri aja...hehhehee.
Orang tua ku mungkin tidak memiliki kisah cinta yang romantisnya meliuk-liuk, mendayu. Percintaan mereka khas romantisme dulu, berkenalan, berteman baik, menikah. Kata Mama, mereka tidak pacaran, hanya dua orang sahabat yang akhirnya memutuskan menikah. Itupun Mama tahu telah dilamar melalui surat dari Ayahnya. (Baca : kakek saya).

Kok Mama mau?...saya sering menanyakan ini.
Keluarga Mama termasuk orang yang di segani. Istilahnya, saat semua orang masih makan nasi jagung, Mama sudah makan nasi. Bapak termasuk yang masih makan jagung. Heee..
Kata Mama, karena Bapak jujur orangnya, selalu menepati janji. Bagi Mama ku, itu cukup untuk memastikan hidupnya akan tetap baik-baik saja di masa depan.

Saat ini, mereka menua dan tetap memamerkan kemesraan. Kadang terlihat lucu, tapi membahagiakan.
Ini kebiasaan Mama di rumah :
1. Tak ingin masuk kamar duluan, kalau Bapak masih asyik nonton. Mama akan tidur depan tv.
2. Selalu buat teh untuk Bapak, 2 kali sehari, pagi-sore, selalu menemani Bapak makan.
3. Jarang membantah.
4. Karena Bapak suka makan, Mama dulu rajiiiiiin banget buat kue, apa saja.
5. Memastikan anak2 dan rumah tak ada masalah.
6. Tidak pernah mengintip dompet Bapak.

Kata Mama, istri itu melayani suami, mendidik anak dan memastikan rumah selalu menjadi tempat pulang. Bapak memang tak punya alasan untuk aneh-aneh, istrinya dah keren kek gitu. Hehehee..
Bagi kedua orang tua ku, bahagia itu sederhana. Sesederhana waktu yang mereka habiskan bersama.

Luv u both, panjang umur dan sehat selalu....
Terima kasih untuk keluarga yang hebat...


2014/04/08

"Bad dreams..Go Away!!

I like to sleep without dreaming

Ada adegan dari drama yang saya tonton semalam, mengingatkan pada masa lalu. Ibu dalam drama itu, selalu mendapati anaknya yang sudah dewasa, tertidur di sampingnya. Hehehhe..saya dulu sering melakukannya.
Sejak SMP sampai kuliah...saya sangat sering mimpi buruk yang berakhir dengan ketindihan. Saat itu, orang tua saya percaya kalau itu adalah kerjaan setan, saya dituduh lupa berdoa sebelum tidur.  Tetapi karena setelah berdoa pun, saya tetap ketindihan...mereka berpikir saya disantet.  Semua poster di kamar, hiasan, dan foto dicabut. Boneka-boneka diberikan pada anak tetangga. Bayangkan, saya bisa mengalami ketindihan dua kali dalam semalam. Percaya...itu sangat melelahkan.
Pernah sekali, saya sudah kuliah saat itu, mengalami ketindihan. Biasanya, saya akan mengetuk kamar orang tua, tapi karena malam itu...Bapak baru saja datang dari luar kota, saya merasa sungkan harus membangunkan mereka. Akhirnya, saya menyusup ke tempat tidur si adek. Hehehe, saat pagi...si adek terbangun heran melihat saya meringkuk di tepi tempat tidurnya.

Sekarang, saya tahu...itu adalah *old hag atau gangguan tidur. Biasanya karena kelelahan, kurang tidur...fase tidur yang biasanya bertahap menjadi amburadul. Otak telah terbangun, tapi tubuh masih lelap, sehingga terjadi momen paralisis yang mengerikan. Jadi...saya tidak di santet ternyata. Heee...ketidaktahuan itu membuat saya kehilangan ikatan emosional dengan boneka. Seorang gadis bukannya harus punya kisah dengan boneka-bonekanya? Saya tidak...!

Hanya saja, se-berumur ini pun, saya masih merasa ingin menyusup ke tempat tidur seseorang setelah ketindihan. Seperti beberapa bulan lalu, saat saya terpaksa harus menginap sendirian di apartemen. Entah mengapa saya mulai ketakutan menjelang malam. Saya takut tertidur tapi sebenarnya sangat ingin terlelap. Walhasil..saya mimpi buruk, ketindihan dan terbangun dengan keringat mengucur. Saya menahan diri untuk menelpon ke rumah. Jam 2 pagi, siapa yang harus saya bangunkan. Akhirnya, saya memutuskan menelpon dua teman baik saya yang tinggal di tower sebelah. Tak ada yang menjawab tetntu saja...saya mengirimkan sms panjang, dan mengancam akan menggedor apartemen mereka jika ketakutan saya memuncak. Tak ada respon..tentu saja. Saya pun telah tertidur kembali.

Ternyata, mengetahui kebenarannya..tidak cukup menghentikan saya ingin menyusup ke tempat tidur orang lain.
Hahahaahhaahhaa...