2013/07/23

"Popcorn"

Untitled | via Tumblr
popcorn

"Sesuatu menggangguku, seperti ledakan popcorn yang tiba-tiba di dalam sini" sambil menunjuk dadanya.
"Siapa yang meledakkannya?" tanyaku
"Seorang teman.."
"Dia tau telah meledakkannya?"
"Entahlah..." dia mengangkat kedua bahunya, menggembungkan pipi dan menunduk.
Aku mengangguk, "Apa kita harus memberitahunya?"
Dia diam, menautkan alis, memandang ke langit, ke bawah. Aku menunggu.

"Jangan...kita siram saja biar popcornnya tidak meledak!!" ujarnya sambil menarikku pergi.


*tiba-tiba pengen nonton


2013/07/20

"Count on Me...! :)"

Try....count on me! Hee
Aku berceloteh banyak mengalahkan anak ayam jika bersamanya. Aku tak pernah tau dia mendengarkanku dengan baik atau tidak. Dia tak pernah menatapku saat aku bercerita. Dia selalu sibuk, memandang jauh ke depan, melihat sekeliling, menatap layar ponselnya, apa saja selain  padaku. Maka aku akan terus bercerita, terus bertanya tanpa peduli.
Biasanya dia akan menoleh padaku dengan kesal. 
"Kamu terlalu banyak bertanya..!" ujarnya dan aku pun diam dengan senyum tersembunyi. Bukan diam menyesal telah mengganggunya, tapi diam kepuasan telah membuatnya menyadariku.

"Heiii...Aku senang bertemu denganmu," Aku hanya ingin mengatakan ini sebenarnya. Heeeee

Aku terlalu sering merajuk seperti adik kecil yang meminta mainan, merengek seperti kekasih yang meminta diantar pulang. Dia kadang bergurau aku bisa menghalangi jodohnya. Terlalu sering berdiri di sampingnya bisa membuat orang salah paham.  Walaupun tak percaya, tapi rasanya bersalah juga. Mungkin nanti kuputuskan untuk diam saja. Seharusnya dibiarkan menempel seperti anak ayam yang mengikuti induknya saja sudah cukup....sepertinya.

Aku memikirkannya, tapi tak menemukan jalannya. Aku tak mungkin menjauh, tak bisa. Aku hanya memiliki mereka, hanya memilikinya.  Ada banyak lainnya, tapi yang lain bukan mereka. Aku akan terus mendekat, merengek, merajuk. Tapi sesekali aku akan belajar diam. Mungkin sesekali menghilang, jadi jangan mendorongku terlalu jauh. Itu...membuat sedih. :(

"Bersabarlah padaku beberapa saat lagi, hingga kutemukan rumahku!!"


*Huaaaa...ingin makan bubur Manado, traktir yakk...!! Heee...Terima kasih.


2013/06/24

"Call me...!!"

Magic | via Tumblr
pic
Setelah 32 jam terjaga bersama telepon, akhirnya bisa pulang ke kost an...

Sebulan terakhir saya memiliki kerjaan sampingan, semacam hal menunggui telpon, menjawab dan memberikan informasi. Sejenis "call centre" yang biasa kalian hubungi. kami biasanya membantu orang-orang yang mencari ruangan perawatan atau info tentang rumah sakit di Jakarta. Tidak begitu sulit sebenarnya, memasang intonasi seperti robot dan menyanyikan mantra, "Selamat siang, di sini Call centre Dinkes DKI..... dengan saya...., ada yang kami bisa bantu?". Saya akan mengulang mantra ini puluhan tiap harinya, hingga saya berpikir akan membuat rekaman saja dan memutarnya tiap kali menerima telepon. 

Tapi, diantara ribuan telepon yang masuk tiap harinya, 80 % diantaranya adalah telepon iseng. Saya pun baru tahu kalau di dunia ini ada profesi "Penelpon Iseng". Mereka beroperasi tak kenal jam, menelpon hanya untuk tertawa, menyanyi, marah-marah, meminta pulsa, menanyakan ini itu, mengajak kenalan. Mulai dari menerima telepon mereka dengan manis, meladeni seperlunya, mengancam akan melaporkan ke polisi, hingga mengangkatnya tanpa menyapa dan langsung memutus telepon tanpa membiarkan mereka bicara. Hehehee...maaf, tapi mereka kadang benar-benar menguras kesabaran.

Ini pekerjaan yang menarik menurutku, menyenangkan tapi mungkin aneh untuk teman-teman residenku. Saat saya jingkrak-jingkrak menceritakannya, mereka hanya melengos, tersenyum simpul, mengerutkan dahi, memicingkan mata. Mereka sepertinya menganggapku aneh. Yahhh..gajinya sih tidak seberapa, jauh malah dari seberapa yang mungkin saya terima  jika  mengambil jaga yang sebenarnya di klinik. Tapi ini bukan tentang duit (walaupun saya juga tak punya duit banyak heeee). Hidup itu tidak hanya dunia kita, ada banyak dunia, banyak pekerjaan, banyak manusia lain di luar sana. Ini seperti mencicipi makanan baru, membuat jejak, menulis bab tambahan...racikan bumbu hidup biar rasanya lebih ramai dan spicy seperti masakan padang. 

Berjalan hanya di satu jalur tidak pernah salah, tapi jangan lupa untuk menengok pemandangan di sekitar, kios di kiri-kanan, bangunan sepanjang jalan, ataupun membalas lambaian dari pejalan kaki di jalur sebelah. Setidaknya...kita akan punya stok cerita pengantar tidur yang banyak untuk anak-anak kita. :))


*Oh yaaa...pekerjaan penerjemah novel atau komik sepertinya seru, atau pengisi suara. Jika ada yang menawari dan mau mengajari caranya, saya bersedia, hehehhe

2013/06/12

Si Adek...Fighting!!

fiction | via Tumblr
Buat si Adek nih...
Si adek lagi galau. Kontrak kerjanya ternyata tidak diperpanjang lagi tahun ini. Ikut sedih karena Si adek berarti harus balik kampung, saya akan puasa sendiri, saya kehilangan teman nonton, saya sendiri lagi di Jakarta dan saya kehilangan salah satu sumber dana. (Upss..yg terakhir ini, off d' record sja!!!). 

Sebenarnya si adek sudah lama ingin berhenti, katanya ingin dapat pekerjaan yang lebih menantang. Belum lagi ada sedikit masalah dengan bos nya. Kami berspekulasi, ini penyebab kontraknya tidak diperpanjang. 

Jadi si adek masih training di satu perusahaan, dan di tempatkan di kantor cabang untuk pelatihan. Kepala kantor cabangnya ternyata orang yang berpikiran picik, tak ingin menerima kritikan dan masukan, dan menutup semua akses informasi. Kami berdua tertawa bila membahas bosnya tersebut, bagaimana bisa seseorang yang lebih tua, dengan pengalaman kerja yang banyak tapi tidak punya sifat mengayomi dan pikiran terbuka. 
Tapi kami memutuskan tidak berburuk sangka. Mungkin saja Tuhan ingin memberikan pekerjaan yang lebih baik, atau si adek harus kembali untuk menemani orang tua. Si adek anak bungsu, jadi selalu ingat rumah dan diingat orang rumah. (hehehe..agak manja nih si adek..)
Si adek.....hikss, dah mau pergi :(

Si adek yang mengaku murid Ust, Yusuf  Mansyur menghadapi masalahnya dengan tenang. Berusaha tetap percaya kalau semua akan baik saja. Si adek sepertinya jadi semakin dewasa. ( Hakhahahhaha..peluk si adek :))

Mudah-mudahan si adek dapat pekerjaan yang lebih keren. Fightiiiinngggg !!!

NB : kata si adek kaki nyamuk saya bagus, hakhahhahaha :)

2013/06/10

"HBDI 2013"

Bersama adik kelas dr. Ardiansyah
Lihat PIN di baju saya, isinya pesan2 kesehatan 
Kemarin....tgl 20 Mei, Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  mengadakan rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia. Acaranya dilakukan di berbagai tempat, dimulai dari penanaman seribu pohon, aksi di bundaran HI dengan membagikan pesan-pesan kesehatan yang dikemas dalam bentuk PIN, dan puncak acara adalah Dialog Kebangsaan di Gedung Stovia Jakarta.

Saya hanya mengikuti acara mereka di Bundaran HI, maklum anak sekolah susah kabur. Hehehe...

Bersama dr. Marsaban, dan I'ah...fokusnya ma benderanya yak :)                                   
Ini mungkin hanya hal yang bersifat insidentil yang dilakukan oleh para dokter atau teman sejawat saya. Tapi,  saya duga ini cukup untuk menunjukkan eksistensi dan mungkin sebagai perenungan akan kondisi bangsa dan langkah selanjutnya. Hal kecil tidak selalu berarti maknanya pun kecil kan? heeehehe


*Maap, Laptop saya lemotnya bukan main, jadi saya hanya mengunggah dua foto, yang ada diri saya hehehhehe