2013/01/08

...menjadi "kita "



Beberapa hari ini aku jadi aneh. Tiba-tiba memikirkanmu lebih lama, padahal kita telah  bersama lama hingga hadir tak lagi lama saling mencari.Telah saling mengetahui, menemani, menyayangi. Kau tersenyum, tertawa, membayarkan makan, membawakan barang, mengangguk, mengingatkan, menegur. Tak ada yang baru, khusus, spesial. Hanya dirimu yang biasa, tapi aku tak lagi biasa. Padamu, aku sepeka putri malu, menganggap tingkahmu karenaku, untukku. Kau akan tertawa bila mengetahuinya. Bersikap tak perduli, memainkan retorika penghindaran. Dasar angkuh atau pemalu, entahlah...topengnya terlalu tebal.

Jangan besar kepala dulu, Aku tak akan mengejarmu.  Kau tetap mengorbit di lintasan yang sama kan? Aku pasti tahu harus mencarimu ke mana. Saat ini, aku hanya akan diam, mengamati dalam senyap. Walau sangat ingin mengatakan.....
"Aku akan menunggu jika Kau memintanya !" heeee


*at Dunkin dgn Arum dan teh hangat



2012/11/27

"Ceritamu dan Kopiku"

Aku mendengar tentangmu, menelisik dan memikirkan dengan dahi berkerut. Jejakmu mengumpul, menggumpal tak bersosok. Aku hanya bisa memunguti dirimu yang terjatuh di hidupku dan itu tidak banyak. Cukup lima menit untukku membacanya, kamu bukan kitab tebal, buku ataupun notebook kecil, hanya sehelai kertas yang baris katanya tak penuh.

Tiba-tiba ingin menemukanmu, mengajakmu membuat cerita. Tak perlu cerita cinta, hanya dua teman yang bertemu dan menikmati kopi di Kedai Kopi Es Tak Kie, Glodok (Aku mendengar kedai kopi ini di berita tadi pagi). Aku yakin tak lagi jatuh cinta padamu, tak ada rindu yang menggangguku, ataupun sensasi aneh di perutku. Semesta mempermainkanku, dan Aku menyambutnya dengan tertawa, lagipula Aku tak lagi sibuk, hatikupun begitu. 

Jadi...Ayo bertemu..!! 
Bukan...Ajak Aku menemui mu...!! Aku tak punya alasan mencari mu, maka tugasmulah untuk mencariku.

Bila Aku telah ada di hatimu, jangan perlihatkan padaku sekarang. Nanti saja, jika cerita kita setidaknya setebal 20 halaman buku tulis. ^_^


#Aku tak yakin kamu tahu Aku bercerita tentang mu ^_^

2012/11/26

"You're my spongebob...!!"


Dia lagi-lagi memarahiku, kali ini lewat pesan singkat yang bertubi. Kami punya kebiasaan buruk, saling menanyakan kisah cinta, pria di hidup kami, rasa kami, dan how's life? Aku akan senang mendengar ceritanya yang panjang, penuh kelokan, berulang di plot yang sama, menanyakan hal yang sama berulang dan menjawabnya sendiri di akhir. Saat giliranku bercerita, Aku akan diam tanpa gerak, menyamarkan rasaku dengan emoticon senyum yang akan di balasnya dengan omelan panjang. Dia sangat cerewet, pikirku sambil membayangkan mencubit pipinya, menarik sejumput rambutnya dan membiarkannya mengejarku. 

Dia pernah menutup telfon hanya karena Aku menyukai pria yang tak disukainya. Dia pernah mengancam akan marah padaku seumur hidup jika meneruskan ide gilaku menikah dengan pria yang baru saja datang dihidupku. Saat Aku datang padanya dengan menangis di akhir semua cerita, dia mengelus hatiku dengan kata-kata menyalahkan. Teman yang aneh, bukannya tugasnya untuk memberikan kata manis dan membuatku berhenti menangis?

"Jangan tutup dirimu...!!!" katanya dengan semangat
"Kalau Aku tidak menutup diri dan menikah duluan, gimana?" Aku menggodanya
"Ku ketok kepala mu kalau menikah duluan"....dan kami tertawa.

Setiap kisah cinta kita adalah pilihan, menyadarinya membuat semuanya lebih mudah dijalani. Kebahagiaan dan kesedihan tak memiliki bentuk yang jelas atau garis batas yang pasti. Semuanya tergantung pada kita yang mengisahkan dan memutuskan bentuk rasanya, apakah sedih atau bahagia. Tidak berarti cerita yang tidak biasa adalah salah, dia hanya cerita yang tidak umum dijalani atau didengar oleh banyak orang hingga mereka akan terus bergunjing karena tak punya pengetahuan tentangnya. Itulah tugas orang banyak, terus mengkritik dan mengingatkan tapi tidak menentukan bagaimana kita menjalani hidup. So...just give a shoot, at least u will know how is d' feel.



NB : Memelukmu dari jauh sayang ^_^


2012/10/30

I thought..i'm nerd :')

Tarikan gravitasi pada mataku kali ini sangat berat, sangat ingin mengatup, sumpah!! Hanya saja, tidur di perpustakaan bukan pilihan tepat, pulang juga tidak mungkin karena kuliah siang. Lagipula Aku lagi manik, adrenalinnya masih banyak untuk terjaga dan memamerkan senyumku. (Aku 'bis bertemu Kepala Sekolah..always manic after that, heee)  Aku belum tidur sejak semalam, seperti kebiasaan sejak SMA yang juga belum hilang. Terlalu takut memejamkan mata jika besok ada ujian atau harus mempresentasikan sesuatu. Kurasa, Aku sedikit perfeksionis. Beberapa fakta, Aku tak suka agenda tambahan sebelum jaga di rumah sakit, tak suka jadwal jaga yang tiba-tiba, sebelum keluar rumah bisa ganti baju lebih dari dua kali, juga catatan tambahan dalam buku ditulis dengan pensil, bukan pulpen, tak ada stabilo. :) I'm little nerd, am I?

Hari ini Aku maju presentasi referat I (baca : tinjauan pustaka) di Paru, sepanjang malam membaca ulang semua jurnal, berdiri di depan cermin lalu berceloteh, menyusun kata-kata yang tepat,  memikirkan akan menggunakan baju apa besoknya. Fiuhhh...lebaaaai mungkin, tapi tak melakukan sesuatu juga membuat rasa bersalah membunuhku pelan-pelan. Aku memahami segala sesuatu harus diusahakan maksimal, masalah hasilnya baik atau tidak adalah urusan nanti, yang utama adalah prosesnya.

Hasilnya...Aku cukup bisa tertawa lebar, walaupun kantung mata menandakan kelelahan. Guru-guru ku memberikan reward yang bagus, dan itu menyenangkan. Terbayar koq persiapan dua bulan, dan tidak tidur semalaman. Terima kasih.

NB : Terima kasih untuk semuanya :), Kepala sekolah.... u have to watch me next time !! ^_^

2012/10/17

"Maaf...!!"

Kemarin Aku mengakhiri suatu ikatan, bentuk hubungan yang harusnya sudah kujalin dan kujaga dengan erat  saat ini, maklum umur semakin dewasa, heeehe. Aku ingat bagaimana dia bertanya padaku,"Apakah tak menyayangkan proses yang telah berjalan?" Ku jawab dengan gelengan kepala. Aku pun tak yakin...tapi bagiku proses adalah jalan untuk mengambil sebuah keputusan, tak akan pernah sia-sia, apapun hasilnya. 

Kebersamaan yang ada kemarin, adalah nyata dan berharga. Aku pun tidak menafikannya. Bahkan keputusan untuk berpisah pun adalah proses. Mungkin hidup ini semuanya proses, satu keputusan menjadi awal proses untuk keputusan yang lain. Dia bukan hidup yang terhenti, tapi hidup yang mengalir. Aku minta maaf untuk hati yang belum menemukan keyakinannya. Aku pun tak berani memintanya menunggu, kecuali dia yang menginginkan dirinya menunggu. Maka pergilah, dan doaku untukmu. Aku tak mungkin melangkah tanpa keyakinan, karena itu bukan hidup untukku. Maaf...^_^