2011/04/25

"which one..write in a blog or study??"

April, 25-2011..Pukul 10 :00 pagi















I have been here, in my campus since 07:30 o'clock..I have two exam today, Filsafat and Evidence Based of Medicine.

I just finished my filsafat exam, I did it alone in Prof. Oentoeng's room. Actually, I wasn't sure, he would be there at 07:30 morning, I thought I would be the first..but haaa..I was wrong, coz I was there 07:37..and he had been there too, in his room. I finished my exam in a 1 hour, answered three question in a three page of paper.

And now..I'm here..in a library, thought that I'm here alone again coz actually we still have 4 hour before our EBM exam.
But..I completely wrong again, coz my friends have been here too, have been discussed and studied our lecture. Gilaaa...rajin abisssssss!!

And me...I prefer to write in my blog than study..Should I worried??^^

2011/04/20

"Autumn in my campus"





hakhahahaha...autumn in my campus "UI Salemba"
If u want to see it, just go there now..in front of "kantin prima"..and see the leaves fall from the sky..
haaaaa..cool..!!!

2011/04/19

My suicidal ideation..

Heee..don't worry about me, this just another admission about my craziness...

Since been a long time, I've had will to consult in a psychiatri or psychologist coz' I thought I was weird, I had manythings in my head, and sometimes a "suicidal ideation" through for a while in my mind.

I'm not crazy, I have a good family, I have many friends, and I really luv my life. But I admit that the idea sometimes in my head. Example like when I see d window, I'll think about how's feel if I throw my self from that window, or how's feel if I cut my artery (believe me, I know how deep I have to cut itu and where is it), or how's feel if I let the car hit me in a road...Do u think I'm normal with all of that in my head??

So...I have searched about suicide and found this :
James Hillman (psikolog Amerika aliran Jungian, dalam bukunya berjudul “suicide and the soul”) menyatakan bahwa bunuh diri adalah suatu dorongan dari jiwa manusia kepada kematian, oleh karena itu bunuh diri pada dasarnya tidak dapat dikatakan salah secara moral.

Bunuh diri adalah dorongan normal yang ada dalam diri setiap manusia ketika jiwanya merasa cukup, entah dengan alasan apapun, kepada kehidupan yang dijalaninya. sehingga jiwa menuntut orang tersebut untuk segera mengakhiri hidupnya.

James Hillman juga menyatakan bahwa bunuh diri sebenarnya tidak ada. istilah ini hanyalah sebuah hasil dari pemikiran medis belaka. Bunuh diri pada dasarnya sebenarnya sama dengan segala macam kematian yang lainnya. Dasar pemikirannya ini adalah pernyataannya bahwa setiap orang merancang kematiannya setiap hari. contohnya: orang ketika makan memiliki daging atau sayur adalah hasil dari dorongan jiwanya kepada kematian. Bila terus memilih daging dia akan mati karena penyakit kolesterol, jantung, dll. maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut sebenarnya melakukan bunuh diri. Namun pada kenyataannya banyak orang menganggap kematian orang yang makan daging dan sakit adalah kematian biasa.

I've found an unique fact for "SMOKER"..u have to read this..!!!
There have been various studies done showing a positive link between smoking, suicidal ideation and suicide attempts.In a study conducted among nurses, those smoking between 1-24 cigarettes per day had twice the suicide risk; 25 cigarettes or more, 4 times the suicide risk, than those who had never smoked.In a study of 300,000 male U.S. Army soldiers, a definitive link between suicide and smoking was observed with those smoking over a pack a day having twice the suicide rate of non-smokers

Nahh..actually we design our deathness everyday, We do it slowly and always ignorantly.
So...looks like we're same, d different is I'm aware and u're not.

heee..like I don't need consult my self..
I'm normal, just little weird..*_^

2011/04/18

"Tanda Tanya"..Isn't about Pluralism for us..

Minggu dini hari, pukul 02:00...

Kami dengan riuh bersahutan mengomentari film yang baru saja kami lahap dengan rakusnya. Film karya Hanung Bramantyo yang menuai kritik di mana-mana "TANDA TANYA". Teman saya berceloteh tentang betapa kontroversialnya film itu, betapa kami beruntung karena telah menontonnya sebelum film itu di boikot karena isu Pluralisme.

Saya hanya terpekur santun mendengarnya, sambil berujar "Ohh..film itu kontroversi yah??" Maklum, di kost-an tidak ada TV, surat kabar, belum beli BB...jadi informasi kadang agak telat tibanya dan sudah basi saat ditemukan..^^.. Penasaran saya menumpuk, mendesak untuk dituntaskan hingga saya berakhir di depan laptop dengan beberapa artikel tentang film itu.

So, what's pluralism?
Secara etimologi, pluralisme agama, berasal dari dua kata, yaitu "pluralisme" dan "agama". Dalam bahasa Arab diterjemahkan "al-ta'addudiyyah al-diniyyah"6 dan dalam bahasa Inggris "religious pluralism". Pluraisme berasal dari kata "plural" yang berarti banyak atau berbilang atau "bentuk kata yang digunakan untuk menunjukan lebih daripada satu" (form of word used with reference to more than one)
Menurut MUI, "Pluralisme Agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang
benar sedangkan agama yang lain salah.

Nah..titik perdebatannya adalah landasan yang digunakan untuk melihat pluralisme tersebut yang kemudian menentukan bagaimana menyikapi arti kata tersebut. Sikap golongan fundamentalis Islam yang bercorak eksklusif-Islamsentris menegaskan jika tidak ada keselamatan di luar agamanya, dan melahirkan ketakutan bahwa film ini akan meracuni umatnya dengan anggapan bahwa "semua agama memiliki kebenarannya, Tuhan itu satu..hanya penyebutannya saja yang berbeda, hanya jalan-jalan untuk mengenalnya saja yang beragam" seperti yang selama ini dianut oleh golongan Islam moderat yang bersikap inklusif Islam-sentris.

I don't have eagerness to join in that disputation coz I'm aware that I 'm lack of knowledge about that. Hanya ingin mengatakan kalau kedua paham ini tentunya memiliki dasar yang cukup kuat untuk mendukung pandangan mereka. So before u search more information about it, please not careless to judge that film .

I was just interested with the impression after watched that movie. We had a different impression and believe or not, there's no one opinion about pluralism.




Nana Pranasari : Ini tentang "ada rasa yang tidak tuntas, ada rasa yang tidak selesai" (simak adegan Menuk dan Ping Hen)













Kartika Ika Pratiwi : Ini tentang "klo jodoh..tak akan ke mana" (simak adegan Menuk dan Ping Hen)


















Saya : "semuanya karena Menuk, perempuan" (simak adegan "Menuk")





See...!!! bagaimana film membuat kesan pada dirimu, tergantung pada situasi hatimu saat itu, juga tentunya dipengaruhi cara pandang dan tingkat pengetahuanmu.

No one about "pluralism"..may they're just too worried about that movie whereas' d in fact wasn't too worried. ^^

2011/04/15

"Aku memang gila karena TERGILA-GILA"


Kegilaan ini memasuki bulan ke-lima dan belum menunjukkan isyarat akan adanya penghentian siksaan secara total. Beberapa jeda membuat kewarasan menemuiku tapi hanya beberapa saat hingga semuanya tersedot kembali dalam kegilaan yang sama.

Ahhh..dia terlalu menarik, kerutan kematangan di sudut mata, beberapa uban yang mewakili perjalanan hidup, pipi yang sedikit mulai tertarik gravitasi. Haaa...hanya bertemu beberapa detik dan semua bebatuan runtuh ke dasar, dan tebak butuh berapa minggu untuk membuang semua bebatuan yang kembali menindih."_

Mengingkarinya malah membuat kegilaaan ini menggila, tapi mengakuinya menunjukkan Aku memang gila karena tergila-gila. Apa ada pilihan yang lebih baik selain keduanya????

...and here I am..choosing d second option.."Aku memang gila karena tergila-gila padanya"..but just it, don't need to continue everything. We stop it here...so don't ask me if u see me, whatever in ur head about thiz..!!!^^