2013/08/22

"Just Leave...!!"

Just leave or stay..no other option
Seketika merindu, padahal langit malam masih muda. Mungkin bulan penuh mempengaruhi hati, mengirim kegilaan yang belingsatan dan tak tahu diri. Dirimu tak ada dalam daftar rindu malam ini. Aku mendepak mu kemarin. Mengemas semua pakaianmu dalam koper dan mengirimkannya dengan paket kilat. Ku titipkan pesan pada Pak Pos agar tidak mengembalikannya padaku jika tak menemukanmu. 

Tapi senja ini....menemukan mu kembali. Berdiri di sana, kesibukan yang serupa, pandangan yang tak berubah dengan koper yang sama. Pak Pos itu mengkhianatiku.

Tidakkah kau ingin pergi, jika tak pernah ingin tinggal? 


*menunggu nasi nanak..@aufklare = di larang membahas ini!,

2013/08/21

" Quitting time"

Hehehe...should i quit?
I have lost my focus, exhausted because the absurd things. Berbagai kehilangan dan tugas yang menumpuk. My life is so mess. I need to blame something for the low life in a lately day..and I blaming him. Yupp...dia yang berdiam di kepalaku, menghabiskan energi paling banyak. Tiap bertemu, rasanya ingin menarik rambutnya, menendang tulang keringnya, menginjak kakinya...apa saja untuk membalasnya.
I need to repair my self, and refresh my mind, lock him in a somewhere. So... Thank's for the unsecure feeling everytime.  I thought..i don't need it now, so I quit Hee..

*Before lock my self in a library...

2013/08/03

"Not Myself Today"

Not myself today

Seperti bermain trampolin, rasaku kadang melompat tinggi, melejit dan kembali jatuh dengan cepat, menapak dan melontar kembali. Jika kutemukan rantai, akan ku ikat kakiku, kuborgol agar tetap menjejak tanah. Rasanya ingin mengintip ke dalam pikirnya saat pandangan kami bertemu. Mungkin ada celah di antara irisnya yang dapat kudaki. Menelusup ke dalam dirinya, memunguti petunjuk dan merangkai satu cerita tentangku.

Aku mulai letih menebak, bosan mengira makna, suntuk menunggu akhir cerita. Mungkin sudah waktunya kembali pada "kita" yang dulu. Pada diriku yang tak melihatnya berbeda, tak mencari makna lain dari lakunya, tak menyadari hadirnya. Menghentikan hati sekarang atau nanti, apa mungkin akan mengubah "kita" ?

Aku membuatnya semakin serius, padahal dia mungkin sedang tidur nyenyak di sana, atau menikmati tawa bersama orang lain. Issshh..he becomes more annoying.

Hehehee...if I'm with my rasionality, I prefer not to be here. I will not stand in his line. Just want to be a good friend that he finds when he needs.
Better for me..





*menunggu subuh setelah melakukan hal bodoh..hee

2013/07/23

"Popcorn"

Untitled | via Tumblr
popcorn

"Sesuatu menggangguku, seperti ledakan popcorn yang tiba-tiba di dalam sini" sambil menunjuk dadanya.
"Siapa yang meledakkannya?" tanyaku
"Seorang teman.."
"Dia tau telah meledakkannya?"
"Entahlah..." dia mengangkat kedua bahunya, menggembungkan pipi dan menunduk.
Aku mengangguk, "Apa kita harus memberitahunya?"
Dia diam, menautkan alis, memandang ke langit, ke bawah. Aku menunggu.

"Jangan...kita siram saja biar popcornnya tidak meledak!!" ujarnya sambil menarikku pergi.


*tiba-tiba pengen nonton


2013/07/20

"Count on Me...! :)"

Try....count on me! Hee
Aku berceloteh banyak mengalahkan anak ayam jika bersamanya. Aku tak pernah tau dia mendengarkanku dengan baik atau tidak. Dia tak pernah menatapku saat aku bercerita. Dia selalu sibuk, memandang jauh ke depan, melihat sekeliling, menatap layar ponselnya, apa saja selain  padaku. Maka aku akan terus bercerita, terus bertanya tanpa peduli.
Biasanya dia akan menoleh padaku dengan kesal. 
"Kamu terlalu banyak bertanya..!" ujarnya dan aku pun diam dengan senyum tersembunyi. Bukan diam menyesal telah mengganggunya, tapi diam kepuasan telah membuatnya menyadariku.

"Heiii...Aku senang bertemu denganmu," Aku hanya ingin mengatakan ini sebenarnya. Heeeee

Aku terlalu sering merajuk seperti adik kecil yang meminta mainan, merengek seperti kekasih yang meminta diantar pulang. Dia kadang bergurau aku bisa menghalangi jodohnya. Terlalu sering berdiri di sampingnya bisa membuat orang salah paham.  Walaupun tak percaya, tapi rasanya bersalah juga. Mungkin nanti kuputuskan untuk diam saja. Seharusnya dibiarkan menempel seperti anak ayam yang mengikuti induknya saja sudah cukup....sepertinya.

Aku memikirkannya, tapi tak menemukan jalannya. Aku tak mungkin menjauh, tak bisa. Aku hanya memiliki mereka, hanya memilikinya.  Ada banyak lainnya, tapi yang lain bukan mereka. Aku akan terus mendekat, merengek, merajuk. Tapi sesekali aku akan belajar diam. Mungkin sesekali menghilang, jadi jangan mendorongku terlalu jauh. Itu...membuat sedih. :(

"Bersabarlah padaku beberapa saat lagi, hingga kutemukan rumahku!!"


*Huaaaa...ingin makan bubur Manado, traktir yakk...!! Heee...Terima kasih.